Hai semuaaa... Karena kasih sayang Allah pada kesempatan kali ini aku mau berbagi sesuatu ama kamu semua. Khususnya para peminat desain grafis. Tapi aku bukan mau ngasih tutorial tentang desain grafis, karena aku sendiri belum master dalam hal ini. Mau tahu apa itu?
Kamu tentu udah kenal ama teman yang baik dalam mendesain grafis vektor. Tahu kan? Itu loh... Corel Draw. Corel Draw sudah diakui sebagai software yang cocok untuk membuat gambar vektor. Keahliannya gak diragukan lagi dalam hal ini. Sudah jadi andalan para graphic designer. Dari awal peluncurannya udah banyak versi yang dikeluarkan. Penyempurnaan demi penyempurnaan terus dilakukan untuk memanjakan para penggunanya. Untuk saat ini yang terbaru adalah Corel Draw X5. Ini versi yang terbaru lho. Corel Draw X5 ini sangat mengesankan (walaupun aku belum pernah nyoba sendiri, hehehe).
Kamu dah punya belom? Bagi kamu yang belum punya gak usah panik ataupun frustasi. Karena seperti yang aku janjikan di awal tadi, aku mau ngasih kamu sesuatu. Sesuatunya itu adalah Corel Draw X5. Mau kan?
Bagi kamu yang mau silahkan download aja Corel Draw X5 di sini:
[Corel Draw X5]
En download juga key generatornya di sini:
[Keygen]
Cara installnya gimana? Jangan tanya ama aku ya. Silahkan belajar sendiri atau tanya teman terdekat. Hehe...
Selamat menikmati. Teruslah berkarya, tingkatkan kreatifitas dan buktikan bahwa kita adalah anak muda yang luar biasa.
Jumat, 24 September 2010
Corel Draw X5
Senin, 20 September 2010
Dalil Boikot Produk Yahudi
Artikel ini aku temukan di eramuslim.com ketika lagi muter-muter di dunia maya di waktu malam. Artikel ini sedikit ada pengeditan (dikiiit banget...), tapi tidak merubah maksud yang sebenarnya.
Assalammu'alaikum wr. wb.
Dalam perkara gerakan boikot produk Zionis-Yahudi, semua aspek—dari permasalahan syariat hingga problem kontemporer—telah saya tuliskan di dalam dua buku saya “Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis” (Pustaka Alkautsar, 2006) dan “Boikot Produk Pro Israel!: Melawan Zionis Dari Rumah Kita” (Pustaka Alkautsar; 2009). Dan di sini, karena keterbatasan halaman, saya akan mencoba menjawabnya dengan singkat.
Dalil gerakan boikot produk Zionis-Israel adalah kitab suci al-Qur’an surat al-Anfal ayat 60. Allah Swt memerintahkan kaum Muslimin, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang yang selain meeka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”
Dalam memerangi musuh, umat Islam tetap harus melakukannya dalam koridor keadilan. Dalam Qur’an surat al-Baqarah ayat 190 Allah Swt berfirman, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
Adapun gerakan boikot dunia Islam baru bangkit setelah adanya fatwa dari Dr. Yusuf Qaradhawy yang berbunyi, “Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Zionis-Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk-produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya…”
Salah satu tokoh umat Islam Indonesia yang lurus dan tawadhu, Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah, pernah mengatakan, “Sudah jelas, tiap produk yang mereka bikin selalu menghasilkan keuntungan yang sebagian besarnya dibelikan peluru untuk dipakai membunuhi Muslim Palestina…” Itu merupakan sedikit dari dalil yang bisa dipakai dalam gerakan ini. Data-data lengkap bisa juga diperoleh di situs www.inminds.co.uk.
Yang harus sungguh-sungguh diperhatikan di sini adalah esensi dari gerakan boikot itu sendiri. Gerakan boikot produk Zionis-Israel yang dicanangkan Dr. Yusuf Qaradhawy bukanlah gerakan tidak mengambil manfaat dari produk-produk mereka, bukan gerakan sama sekali tidak memakai atau mengkonsumsi produk-produk mereka, namun gerakan untuk tidak mengalirkan uang kita ke kantung mereka.
Contoh sederhanannya: dalam peperangan, selalu ada pasukan logistik yang mendukung dan memelihara agar kombatan yang berada di garis depan bisa terus bertempur. Logistik itu bisa berupa suplai makanan minuman, gizi, peralatan tempur, dan sebagainya. Nah, gerakan boikot adalah gerakan menyabot atau memutus garis suplai musuh ini, agar kombatan mereka melemah dan hancur.
Ada pun jika kita mendapatkan persenjataan canggih milik mereka, tentunya dengan cara yang tidak menguntungkan mereka, bukan dengan cara membeli, maka gunakanlah senjata mereka itu dan arahkan larasnya ke arah mereka sendiri untuk menghancurkan mereka. Senjata makan tuan. Ini merupakan gambaran sederhana gerakan boikot.
Banyak sekali produk mereka di Indonesia yang telah memperoleh sertifikat halal. Secara isi bisa jadi memang halal, namun secara ekonomis, dengan membeli produk mereka maka kita sadar atau tidak sadar telah ikut berjasa menjadi donatur bagi perjuangan mereka dalam menghancurkan agama Allah Swt ini.
Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang menyebut gerakan boikot ini sebagai bid’ah dengan mengatakan jika Rasulullah Saw pun semasa hidupnya melakukan hubungan dagang dengan kaum Yahudi? Saya berkali-kali mendapat pertanyaan ini di berbagai forum. Saya kemukakan jika kita membaca sirah Rasul Saw memang sepertinya demikian, namun jika kita mengkaji sirah Rasul Saw maka akan beda. Membaca dengan mengkaji tentu jauh beda. Yang pertama hanya mempergunakan sedikit otak, sedangkan yang kedua memaksimalkan kerja otak.
Kita tentu ingat dengan riwayat dari Ibnu Hisyam tentang ulah Yahudi laknatullah dari Bani Qainuqah yang merenggut jilbab seorang muslimah di pasar. Ketika itu, seorang muslimah datang ke pasar Bani Qainuqah (suku Yahudi) sambil mengenakan jilbabnya. Hubungan antara kaum Muslimin dengan Kaum Yahudi Bani Qainuqah ketika itu sedang dalam masa damai. Musimah itu duduk di dekat seorang pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang dari mereka bermaksud hendak menyingkap kain yang menutupi wajahnya. Tentu saja wanita muslimah itu berontak. Diam-diam, tanpa diketahui si muslimah itu, pengrajin perhiasan yang juga seorang Yahudi tersebut mengikat ujung bajunya, sehingga ketika sang Muslimah hendak bangkit, auratnya tersingkap. Orang-orang Yahudi di sekelilingnya mentertawakannya. Secara spontan wanita muslimah itu berteriak. Seorang laki-laki muslim yang ada di dekatnya melompat ke arah pengrajin perhiasan dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi lainnya kemudian mengikat laki-laki muslim itu lalu balas membunuhnya. Peristiwa ini sampai di telinga Rasul Saw dan tanpa ragu-ragu Rasulullah Saw langsung memerintahkan kaum Muslimin untuk memerangi kaum Yahudi.
Dari kisah ini kita bisa menarik ibrahnya, yakni: Jika Yahudi tidak mengganggu kaum Muslimin, maka kita sah-sah bermuamalah (dagang) dengan mereka, namun jika sebaliknya, kaum Yahudi itu mengganggu umat Islam, maka kaum Muslimin wajib memeranginya dengan segala peralatan yang kita miliki dan harus tetap menjunjung tinggi keadilan, sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat Al-Anfal ayat 60 dan al-Baqarah ayat 190 di atas.
Nah saya ingin bertanya, “Bagaimana kaum Zionis-Yahudi sekarang sikapnya terhadap umat Islam?” Contoh sederhana misalnya perlakukan mereka terhadap Muslim Palestina. Bukankah mereka tengah melakukan konspirasi dan juga memerangi secara langsung untuk menghacurkan umat Islam seluruh dunia? Jika mereka mengganggu umat Islam saja Rasul Saw memerintahkan kita untuk memeranginya, apatah lagi jika mereka sudah memperkosa muslimah-muslimah kita; membantai anak-anak kecil kita; membunuh isteri , anak, suami, kita; menembak bayi kita tepat di jantungnya; membakar hidup-hidup bayi-bayi kita dengan bom api; dan segala kebiadaban yang sangat-sangat keji merek atimpakan kepada kaum Muslimin. Kaum Zionis Yahudi tidak akan mampu terus-menerus memerangi agama Allah Swt ini tanpa dukungan dana yang sangat kuat. Berbagai perusahaan mereka yang menggurita di seluruh dunia adalah “kotak-kotak donasi” milik mereka.
Sebagai orang beriman, kita harus memilih: ikut berjuang membela agama Allah Swt atau kut membantu kaum Zionis-Yahudi sebagai donaturnya?
Saya sedih sekali ketika seringkali tengah berada di pusat perbelanjaan, saudara-saudara kita yang jenggotnya lebat, jidatnya hitam, bahkan banyak yang bergamis panjang atau malah kaum perempuannya memakai cadar, namun mereka seperti tidak bersalah nongkrong di kedai fastfood ternama Zionis-Amerika sambil mengunyah hamburger atau meminum softdrink berwarna coklat atau merah. Di mata Allah Swt mereka sebenarnya tengah mengunyah daging bayi-bayi Palestina dan meminum darahnya. Naudzubillah min dzalik! Semoga Allah Swt membukakan mata hati mereka agar mereka sadar dan berhenti menjadi donatur Zionis-Israel laknatullah.
Mungkin demikian jawaban dari saya. Jika ingin mendapat pemaparan yang jauh lebih lengkap, silakan baca kedua buku saya di atas. Dan satu lagi, gerakan boikot merupakan gerakan yang timbul dari kesadaran dan hidayah, bukan paksaan, sebab itu hanya mereka yang sadarlah yang mengikuti jalan perjuangan yang bermartabat ini. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Datang Kembali
Assalamu'alaikum wr wb.
Wah... Udah lama gak ngeblog nih. Udah kangen ama teman-teman di dunia maya. Gimana kabarnya saudara-saudaraku? Mudah-mudahan gak terlalu buruk ya. Hehehe.
Oya, menyangkut kevakumanku dalam dunia perblogingan belakangan ini bukan gak beralasan lo. Ini semua dikarenakan kesibukkan di dunia nyata khususnya dunia sekolahan, aku gak bisa mengurus blog ini dengan baik. Online sih sering tapi buka blog jarang (intinya malas ngeblog. hehehe). Untuk kedepannya kondisi ini gak akan jauh berbeda, aku mungkin akan lebih jarang mengurus blogku tersayang ini. Walaupun demikian aku akan mencoba semampuku untuk membuat postingan original yang high quality yang bermanfaat buat teman-teman semua.
Udah dulu ya... eh tunggu ada yang ketinggalan! Sekarang ini aku kan sedang duduk di bangku kelas XII SMA. Dan tentu sebagai pelajar SMA mempunyai harapan berkuliah di perguruan tinggi favorit. Iya kan? karena itu aku mohon do'anya ya supaya aku bisa menggapai cita-citaku dan bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Okey, terima kasih atas 'bengongan'nya membaca blog ini.
Selasa, 29 Juni 2010
Lika-Liku Survey
Malem bro. Aku capet banget nih. Baru pulang dari perjalanan panjang yang penuh lika-liku(aku gak bohong loh, jalannya memang banyak belokkan). Oke. Aku gak mau capek sendiri. Aku akan ngebaginya sama kamu. Mau? mau ya?
Perjalanan ini adalah perjalanan survey lapangan untuk rihlah....
"Tunggu! Sebelum kamu cuap-cuap about derita kamu itu, aku mau nanya dulu. Rihlah itu apaan?!"
Rihlah? Rihlah itu...(sok berpikir). Rihlah itu adalah...(masih berpikir sambil megang dagu yang gak berjenggot). Rihlah...(garuk-garuk kepala karena dah mulai pusing). Hmmm, rihlah itu hampir kayak hiking yang sering diadain anak pramuka. Tapi ini hiking ala Islam. Pokoknya keyen banget deh. Untuk lebih jelas silahkan hubungi anak ROHIS terdekat.
Yup, kita masuk ke dalam cerita yang melelahkan ini. Hufft. Dimulai dari hal yang membosankan. Menunggu. Menunggu teman-teman mau ikut menderita. Namanya... Sebut aja ya. Si Idep and Bang Yogi. Cukup lama sih nunggunya(lebih tepatnya sangaaaat lama), tapi tak apalah. Setelah berjumpa dengan orang yang ditunggu mulailah dilakukan pencarian angkot yang menuju daerah target yakni Pantai Air Manis. Tau? Pusing juga nyarinya. Setelah nanya-nanya dengan warga pasar akhirnya ketemu juga angkotnya. Alhamdulillah. Maka naiklah diriku dengan diri Idep dan Bang Yogi.
Setelah sekian detik (detiknya sampai ribuan) bengong di atas angkot sampai juga deh di daerah Jembatan Siti Nurbaya. Di sinilah penderitaan itu di mulai (lebay dikit ya). Menaiki pendakian yang lumayan tinggi(bukan lumayan lagi) yang udah di semen. Jauh banget bro, saking jauhnya aku gak sempet ngitung berapa kilo jauhnya. Melangkahkan kaki di atas semen, gak asik banget. Jalannya mendaki lagi. Berkelok-kelok pula.
Rasanya tak mampu diriku melawati itu semua. Lutut ini udah mulai goyah. Tenaga mulai habis. Nafas udah nyap-nyapan. Keringat udah ngalir deras. Tapi dengan semangat 2010 aku terus mencoba menyeret kaki ini agar segera tiba di Pantai Air Manis. Tanpa disangka-sangka aku dah deket pantai nya (lebay lagi). Untuk masuk daerah pantai kita harus bayar dulu. Aku juga gak tahu bayar untuk apa. Buat aku sih gak masalah kalau harus bayar jika uangnya digunain untuk perkembangan pariswisata di Sumatera Barat. Iya gak cuy? Tapi permasalahanya pembayaran yang menimpaku itu adalah pungutan liar(pungli). Namanya juga pungli, mungkin gak digunain buat ngembangin pariwisata kita???
Karena adzan udah berkumandang kami pun sholat dulu. Cari masjid dan ketemu. Udah sholat, istirahat bentar di dalam masjid. "Ngegosip" dikit bareng Bang Yogi dan Idep.Upps, maksudnya cerita-cerita pengalaman gitu. Hehehe. Ok. Istirahat selesai! Kita harus melanjutkan survei. Ke pantai bro. Tapi ternyata perjalanan kami menuju tepi pantai tidak berjalan mulus. Ada yang menghentikan kami. Apa itu? Bau wangi pisang goreng telah mencuri perhatian. Hehehe. Makan dulu. Makasih yang Bang Yogi udah bayarin pisangnya. Pisangnya uenak buanget. Mak nyus.
Udah ngisi perut nih. Walaupun dikit. Yang jelas syukuri apa yang ada aja(kayak lagu D Massiv). Menuju pantai yang sangat dekat dengan tempat orang jual pisang goreng tadi (di belakang warung tadi maksudnya, hehehe). Pasiirrr.... Aku seneng banget nginjak pasirnya. Soalnya dari tadi cuma nginjak aspal dan semen doang. Weleh weleh, lebay banget ya. Tapi cuma bentar. Lihat-lihat situasi sekitar, pulang deh. Puuuuuuulaaaaaaaang.....
Eitts... Lagi-lagi pisang goreng menggoda kami(lebih tepatnya Bang Yogi). Di beli lagi deh ama si abang kita. Lagi-lagi aku juga dibeliin. Baik yah abangnya. Hehehe. Makan pisang goreng sambil nunggu angkot. Hmmm, cukup asyik.
Angkotnya belum juga menampakan diri. Menunggu lagi. Karena angkotnya belum menampakan diri juga, kami memilih terus berjalan sambil nunggu. Jalan lagi. ANGKOOOOOOT. Tapi penuh. Gak da pilihan lagi, kami harus naik angkot itu bagaimanapun caranya. Pada kesempatan kali ini Bang Yogi dan Idep dapat perlakuan khusus untuk ngegantung di pintu angkot. Hehehe. Dan aku duduk di dalam angkot. Tunggu, jangan kamu kira aku duduk manis di dalam angkot ya. Mana bisa nyantai di angkot yang udah bener-bener penuh. Melebihi muatan malah. Panasssss. Ditambah lagi semerbaknya berbagai jenis dan ragam bau termasuk bau badan. Iiiihh, jorok banget.
Lagi-lagi bengong di atas angkot. Tapi kali ini bengongnya gak bisa serius (bengong kok serius??) karena banyak gangguan yang kompleks banget(bukan komplek bro). Daaaaaannnnn..... turun. Jangan lupa bayar ongkos dulu. Eh, ternyata uangnya kurang. Harus nambah dund. Tak ape, yang penting udah turun dari sedikit penderitaan. Tinggal naik angkot menuju rumah tercinta. Stop! Ada yang bernasib lain. Idep dan Bang Yogi. Idep masih gemeteren karena ngegantung di angkot tadi. Sedangkan Bang Yogi encoknya kambuh(maaf bang...) dikarenakan hal yang sama.
Mudah-mudahan semua yang terjadi bernilai pahala di sisi Allah. Aamiin. Ingat semua cerita di atas adalah fakta. Jadi ambil hikmahnya aja. Yang buruk simpan aja dalam lemari lalu kunci. Okay?
Udah ah ngantuk nih. Kepala juga dah mulai nyut-nyutan. Istirahat mungkin solusi terbaik. Semoga enjoy selalu di blog anak muda ini.
(Maaf buat namanya kesebut dalam postingan ini. Semuanya dengan niat baik koq. Lagian yang diceritain cuma yang baik-baik aja.)
http://www.taufikmuda.blogspot.com
Minggu, 27 Juni 2010
Alexa Rank
Sekarang kita bicara Alexa Rank. Tahu kan? Ituloh, yang digunain untuk nentuin rangking blog kamu berdasarkan jumlah kunjungan. Makin banyak yang ngunjungin otomatis Alexa Rank nya juga makin tinggi. Kalau baru biasanya Alexa Rank kamu menampakkan nilai 8 digit angka (biasanya sih gituh). Makin kecil angka pada Alexa Rank kamu berarti makin tinggi rangking kamu (kayak rangking di sekolahan).
Oke. Dah tahu kan apa itu Alexa Rank. Sekarang aku mau nanya. “ada yang coba masukin Alexa Rank di blognya? Gak tahu caranya? Udah tanya Mas Google? Belum??” Oke. Jangan panik. Aku akan ngasih apa yang kamu mau. Aku akan ngasih tahu kamu gimana cara dapetin Alexa Rank yang kamu mau. Lanjuuuut…..
Sekarang silahkan buka web browser kesukaan mu. Kalau aku sih udah biasa pake Mozilla Firefox. Oya, sebelumnya jangan lupa hidupin dulu komputernya. Hehehe. Udah? Buka situs Alexa Rank. Sekarang arahkan pandangan kamu ke arah kanan tab menu yang ada. Maka akan terlihat oleh mu pililahn For Site Owner. Maka kliklah itu. Kemudian di pilihan Widget pilih Get Traffic Widgets. Udah? Udah belom? Kalau udah pilih tipe Alexa Rank yang kamu suka. Masukkan alamat blog kamu di kotak yang tersedia. Lalu klik Build Widget. Lanjut ya? Terakhir pilih deh ukuran yang kamu mau lalu copy scriptnya.
Saatnya memasang di blog kamu. Gini caranya:
1. Login dulu ke blogger kamu, lalu klik Rancangan
2. Di pilihan Elemen Halaman kamu klik Tambah Gadget
3. Klik HTML/JavaScript lalu pastekan script yang udah kamu copy tadi. Jangan lupa buat judul sesuai keinginanmu.
4. Terakhir Save deh.
Udah dulu ya. Aku dah ngantuk banget nih. Mau tidur. Tunggu!!! Sebelum aku tidur aku mau ngingetin dulu. Yang barusan kamu baca tadi jangan hanya diplototin aja, harus segera dipraktekin. Oke??? Okelah kalau begitu….
http://www.taufikmuda.blogspot.com
Jumat, 25 Juni 2010
Dakwah Media
“Gimana nih aku gak bisa ikutan berdakwah… aku gak berani ngomong di depan orang banyak, lihatnya aja aku dah gemeteran…” eiits, jangan bersedih bro. Kamu masih bisa menunaikan niat baik kamu untuk ikutan berdakwah. Dakwah itu bukan hanya ceramah, cuap-cuap di depan orang ataupun berorasi di stadion bola yang diplototin ribuan penonton aja. Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ingat, asal kata dakwah itu adalah udu’u yang artinya ngajak orang lain. Tentunya ngajak ke hal yang baik. Jangan ngajak tawuran ya…
Salah satu (bukan satu-satunya lho!) cara berdakwah bagi kamu yang belum berani berbicara di depan umum, gemeteran saat lihat orang banyak atau dibanjiri keringat dingin saat di atas panggung adalah dakwah media. Bagi kamu yang udah biasa ngomong di depan orang dakwah media juga cocok untuk kamu.
Melalui dakwah media kamu bisa curahkan isi hati kamu dan tuangkan ide-ide kreatifmu ke dalam tulisan yang menarik. Bisa dalam bentuk artikel, cerpen, puisi atau bahkan novel. Kamu bisa tanamkan nilai-nilai Islam di dalam karyamu dan juga berisi ajakan kebaikan. Setelah kamu punya karya sendiri kamu bisa mempulikasikannya melalui berbagai media. Bisa melalui media yang sudah ada seperti majalah, koran dan internet. Atau kamu juga bisa buat media sendiri. Contoh media yang bisa kamu buat adalah mading, kording (koran dinding), pamflet, spanduk, buletin, majalah, buku dan juga blog. Dengan itu kamu sudah ikut berpartisipasi dalam dakwah.
“Benar juga ya. Aku bisa dakwah melalui media aja. Tapi aku gak berbakat menulis”. Menulis gak butuh bakat sob. Yang sangat sangat sangat dibutuhkan adalah mencoba, usaha, mencoba dan usaha. Kalau gak pernah mencoba mana tahu bisa atau gaknya. Kalau gak pernah usaha mana mungkin ada hasilnya. Tuliskan aja apapun yang terlintas dalam pikiranmu. Jangan pernah ditunda-tunda ya. Jika gak segera dituliskan ide itu akan menguap begitu saja. Bawa selalu buku catatan kecil untuk mencatat ide kamu. Atau bagi kamu yang gak mau repot bisa gunakan perekam suara, lebih praktis kan. Pusing cari ide? Ngapain pusing-pusing, ide sangat banyak berserakan di sekitarmu. Bahkan berlimapah ruah. Asalkan kamu mau ngumpulinnya aja. Coba deh buka mata dan telingamu, perhatikan sekitarmu. Lihat kejadian-kejadian atau hal lain yang bisa menjadi inspirasimu untuk menulis. Kamu bisa menuliskan peristiwa-peristiwa lucu yang terjadi dan dengan menjelaskan hikmahnya. Atau peristiwa lainya yang menarik buat kamu.
“Hmm. Dah aku coba. Tapi tulisanku gak bagus”. Itu bagus. Dengan merasa tulisanmu belum sempurna atau bahkan jelek (itu kamu yang ngerasa lho…) kamu akan terus berusaha untuk menghasilakan karya yang lebih bagus. Jangan sampai karena merasa karyamu belum memuaskan kamu berhenti untuk menulis. Seperti yang saya omongin tadi, terus mencoba.
Masih ragu? Dakwah media banyak kasih keuntungan buat kita. Yaitu pahala karena kamu dah ngajak orang lain ke jalan yang benar. Bukan itu aja, kita juga akan dapat bonusnya. Apa?apa?apa?. Kamu bisa dapat penghasilan. Hehehe. Penghasilan itu didapat dari tulisan yang kamu kirimkan ke majalah-majalah dan koran atau media lainnya. Asyikkan? Udah dapat pahala, bonusnya juga dapat.
Siap? “Oke. Saya siap terjun dalam dunia dakwah media!”
http://www.taufikmuda.bogspot.com
Rabu, 23 Juni 2010
Berperang di Sawahlunto
Setelah sekian lama hanya bermain simulasi berperang di komputer. Ternyata Allah memberikan kesempatan kepada ku untuk “berperang” di dunia beneran. Beneran tuh??? Iya, tapi bukan perang beneran. Melainkan permainan bernama Paint Ball.
Kemaren aku jalan-jalan ama teman sekelas ke daerah Sawahlunto(ga capek tuh jalan aja??). Di daerah ini ada objek wisata bagus yang direkomendasikan ama temanku, nama tempat wisatanya itu Taman Wisata Kandi. Di sana ada kebun binatang plus outbondnya. Dari sekian permainan yang terhidang, pilihan pertamaku jatuh pada Paint Ball nya. Soalnya permainan seru ini bisa kita ikuti dengan biaya terjangkau. Kalau di daerahku permainan ini sih ada tapi cukup mahal bagiku yang punya kantong pas-pasan.
Ini pengalaman pertama lo. Jadi agak lain nikmatnya. Baru lihat senjatanya aja udah gimana gituh… Apalagi saat udah make kostum dan megang senjatanya langsung. Wuih… bener-bener punya cita rasa yang beda.
Setelah make seluruh perlengkapan perang kita pun dipandu menuju medan tempur yang berlokasi di daerah berbukitan dekat kebun binatangnya. Banyak tumbuhan-tumbuhan hijau dan bangunan sederhana yang membuatnya semakin mirip kayak daerah perang sungguhan. Luar biasa deh pokoknya. Setelah mendengar pengarahan penting dari instruktur perang pun siap dimulai.
Permainan ini telah memberikan keasyikan tersendiri buatku. Paint Ball bukan hanya permainan tenaga tapi juga permainan strategi. Sangat dibutuhkan pemikiran yang cepat dan tepat untuk melumpuhkan lawan. Juga langkah yang cepat dan pasti untuk menghambat pergerakan musuh. Bidikan yang tepat juga dibutuhkan tentunya.
Walaupun aku dah tahu, aku termasuk orang yang dikit mengenai lawan(yakin???). Eh maaf, maksudnya belum pernah. Hehehehe. Malah aku yang sering jadi korban. Dalam beberapa pertandingan tiga tembakan mengenaiku. Di tangan, kepala dan kaki. Parah banget ya.
Pengalaman yang luar biasa. Permainan yang juga luaaaarr biasa. Bener kagum deh. Mudah-mudahan Allah memberikan aku kesempatan lagi untuk berkunjung ke Taman Wisata Kandi. Dan memainkan permainan seru lainnya yang belum sempat aku coba. Dan kembali “berperang” di Sawahlunto. Aamiin.
http://www.taufikmuda.blogspot.com