Ini ada sebuah cerita yang kocak abis. Sebuah cerita jenaka yang penuh dengan makna. Aku dapat ketika mengobrak-abrik file my brother yang di titipin di laptop ku. Maap ya bang. Tidak ada maksud buruk, cuma ingin berbagi senyuman kepada yang lain.
Begini cerintanya.
Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru
pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang
sekarang amatlah berbeda.
Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka
menggenapkan agamanya.
Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang
lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut'
sang perempuan muda, dari sisinya.
"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya sang Orang Tua setengah baya.
"Iya, Pak," jawab sang Pemuda.
"Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? " tanya sang setengah baya
sambil menunjuk si perempuan.
"Ya Pak, sangat mengenalnya, " jawab sang pemuda, mencoba meyakinkan.
"Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak
bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model
seperti itu!" balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal
sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."
"Lamaranmu kutolak. Itu serasa 'membeli kucing dalam karung' kan, aku
takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya,
keras.
Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang
lelaki muda. Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."
"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah baya.
"Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di
Kampus," jawab sang Pemuda, percaya diri.
"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo
rumahku ini kan?"
"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat."
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok
mau ngatur keluargamu?"
Sang perempuan membisik lagi, membantu, "Ayah, dia pinter lho."
"Kamu lulusan mana?"
"Saya lulusan Matematika Sebuah Universitas Negeri ternama Pak. Universitas itu salah satu kampus
terbaik di Indonesia lho Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM
ini tho? Menganggap saya bodoh kan?"
"Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya
saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak."
"Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?"
Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja lho."
"Jadi kamu sudah bekerja?"
"Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera
jualan produk saya Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu."
"Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak
terlalu laku."
"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,
kalau kerja saja nggak becus begitu?"
Bisikan kembali, "Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya."
"Rencananya maharmu apa?"
"Seperangkat alat shalat Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf."
"Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku."
Bisikan, "Dia jago IT lho Pak"
"Kamu bisa apa itu, internet?"
"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak
saya nge-net."
"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan
anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata."
"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,
Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu."
Bisikan, "Tapi Ayah..."
"Kamu kesini tadi naik apa?"
"Mobil Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya
Riya'. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik."
"Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir"
"Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini
namanya payah. Memangnya anakku supir?"
Bisikan, "Ayahh.."
"Kamu merasa ganteng ya?"
"Nggak Pak. Biasa saja kok"
"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang
cantik ini."
"Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!"
Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang
muda yang sudah menyerah pasrah.
"Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Hadits?"
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, "Pak, dari tiga puluh
juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula."
Sang setengah baya tersenyum, "Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih."
Mata sang Pemuda ikut berkaca-kaca.
Ini harus happy ending, bukan?
Rabu, 08 Desember 2010
LAMARANMU KUTOLAK!
Lima Orang Bersaudara
Ada 5 orang bersaudara, mereka memiliki nama aneh: Seseorang, Setiap Orang, Siapapun, Orang Lain, dan Tak Seorangpun. Mereka tidak terlalu kompak, sekalipun tinggal di rumah yang sama.
Pada suatu hari Seseorang punya hajat penting yang dia tidak bisa kerjakan sendiri, ia berpikir mengajak Orang Lain untuk membantu mengerjakannya. Karena Orang Lain tidak ada di tempat, akhirnya ia meminta pada Setiap Orang saja untuk membantunya.
Seseorang berpikir bahwa Setiap Orang pasti akan mengerjakan permintaannya, karena ia sudah mengatakan padanya. Setiap Orang mengiyakan, sambil berpikir bahwa pekerjaan itu pasti akan dikerjakan oleh Siapapun yang ada di antara mereka. Namun, ternyata malah Tak Seorangpun yang mengerjakan pekerjaan itu seperti permintaan Seseorang. Sebab nyatanya Siapapun yang ada pada saat itu mengira bahwa sudah ada Orang Lain yang mengerjakannya.
Akhirnya Setiap Orang menyalahkan Siapapun yang ada di depannya, agar ia bisa terhindar dari kesalahan yang ditimpakan Seseorang padanya. Dalam hal ini Tak Seorangpun akhirnya yang mau bertanggung jawab pada persoalan ini. Setiap Orang berpendapat bahwa Orang Lain-lah yang salah dalam persoalan ini. Seseorang akhirnya mendendam pada Setiap Orang, karena ia berpikir Tak Seorangpun yang mengerjakan pekerjaan ini disebabkan karena Siapapun melempar pekerjaan itu pada Orang Lain.
pkspiyungan.blogspot.com
Korban
Kemaren adalah hari yang penuh dengan duka cita. Seorang temanku mendapat musibah sore kemaren. Tepatnya ketika pulang dari sebuah rapat pengurus salah satu oraganisasi pelajar Islam di Kot Padang. Ketika baru melangkahkan kakib keluar dari teras masjid. Dia kehilangan sendal barunya.
Eiits, aku gak becanda loh. Ini bukan hal yang sepele seperti yang anda kira. Dia sudah dua kali kehilangan sendalnya di tempat yang sama dan dengan merk sendal yang sama. Sabar ya Akhi.
Itu baru satu kisah korban pencurian. Aku juga telah resmi terdaftar sebagai salah satu korban pencurian di area masjid. Dan ini bukan cerita tentang sendal lagi. Sekarang kita bicara tas yang isinya barang-barang berharga sperti buku-buku. TKPnya pun sama. Di area masjid. Menurut analisaku, tas itu raib ketika aku lagi menunaikan sholat. Aku terkejut ketika selesai sholat tasku sudah tiada. hiks..hiks...
Dengan sedikit "berbaik hati" dia tinggalkan tas yang lain untukkku. Aku rasa itu tas curiannya yang terdahulu. Dia kira itu bisa mendinginkan amarahku. TIDAK!!!
Cerita masih berlanjut. Dua orang temanku juga mengalami kisah yang sama. Yang satu di masjid yang sama. Yang satu lagi di masjid sekolahku.
Huff..capek juga ya nyeritainnya. Okeh, Dari semua cerita di atas ada hal yang selalu sama. BArang yang dicuri bermerk yang sama. Waduh?? Koq bisa??
Kekesalan ini sudah memuncak. Kami "perkumpulan" korban pencurian akan menyusun strategi untuk menggrebek pencurinya. Tunggu saja pembalasan di dunia sebelum pembalasan di akhirat.
Jumat, 24 September 2010
Corel Draw X5
Hai semuaaa... Karena kasih sayang Allah pada kesempatan kali ini aku mau berbagi sesuatu ama kamu semua. Khususnya para peminat desain grafis. Tapi aku bukan mau ngasih tutorial tentang desain grafis, karena aku sendiri belum master dalam hal ini. Mau tahu apa itu?
Kamu tentu udah kenal ama teman yang baik dalam mendesain grafis vektor. Tahu kan? Itu loh... Corel Draw. Corel Draw sudah diakui sebagai software yang cocok untuk membuat gambar vektor. Keahliannya gak diragukan lagi dalam hal ini. Sudah jadi andalan para graphic designer. Dari awal peluncurannya udah banyak versi yang dikeluarkan. Penyempurnaan demi penyempurnaan terus dilakukan untuk memanjakan para penggunanya. Untuk saat ini yang terbaru adalah Corel Draw X5. Ini versi yang terbaru lho. Corel Draw X5 ini sangat mengesankan (walaupun aku belum pernah nyoba sendiri, hehehe).
Kamu dah punya belom? Bagi kamu yang belum punya gak usah panik ataupun frustasi. Karena seperti yang aku janjikan di awal tadi, aku mau ngasih kamu sesuatu. Sesuatunya itu adalah Corel Draw X5. Mau kan?
Bagi kamu yang mau silahkan download aja Corel Draw X5 di sini:
[Corel Draw X5]
En download juga key generatornya di sini:
[Keygen]
Cara installnya gimana? Jangan tanya ama aku ya. Silahkan belajar sendiri atau tanya teman terdekat. Hehe...
Selamat menikmati. Teruslah berkarya, tingkatkan kreatifitas dan buktikan bahwa kita adalah anak muda yang luar biasa.
Senin, 20 September 2010
Dalil Boikot Produk Yahudi
Artikel ini aku temukan di eramuslim.com ketika lagi muter-muter di dunia maya di waktu malam. Artikel ini sedikit ada pengeditan (dikiiit banget...), tapi tidak merubah maksud yang sebenarnya.
Assalammu'alaikum wr. wb.
Dalam perkara gerakan boikot produk Zionis-Yahudi, semua aspek—dari permasalahan syariat hingga problem kontemporer—telah saya tuliskan di dalam dua buku saya “Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis” (Pustaka Alkautsar, 2006) dan “Boikot Produk Pro Israel!: Melawan Zionis Dari Rumah Kita” (Pustaka Alkautsar; 2009). Dan di sini, karena keterbatasan halaman, saya akan mencoba menjawabnya dengan singkat.
Dalil gerakan boikot produk Zionis-Israel adalah kitab suci al-Qur’an surat al-Anfal ayat 60. Allah Swt memerintahkan kaum Muslimin, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang yang selain meeka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”
Dalam memerangi musuh, umat Islam tetap harus melakukannya dalam koridor keadilan. Dalam Qur’an surat al-Baqarah ayat 190 Allah Swt berfirman, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
Adapun gerakan boikot dunia Islam baru bangkit setelah adanya fatwa dari Dr. Yusuf Qaradhawy yang berbunyi, “Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Zionis-Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk-produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya…”
Salah satu tokoh umat Islam Indonesia yang lurus dan tawadhu, Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah, pernah mengatakan, “Sudah jelas, tiap produk yang mereka bikin selalu menghasilkan keuntungan yang sebagian besarnya dibelikan peluru untuk dipakai membunuhi Muslim Palestina…” Itu merupakan sedikit dari dalil yang bisa dipakai dalam gerakan ini. Data-data lengkap bisa juga diperoleh di situs www.inminds.co.uk.
Yang harus sungguh-sungguh diperhatikan di sini adalah esensi dari gerakan boikot itu sendiri. Gerakan boikot produk Zionis-Israel yang dicanangkan Dr. Yusuf Qaradhawy bukanlah gerakan tidak mengambil manfaat dari produk-produk mereka, bukan gerakan sama sekali tidak memakai atau mengkonsumsi produk-produk mereka, namun gerakan untuk tidak mengalirkan uang kita ke kantung mereka.
Contoh sederhanannya: dalam peperangan, selalu ada pasukan logistik yang mendukung dan memelihara agar kombatan yang berada di garis depan bisa terus bertempur. Logistik itu bisa berupa suplai makanan minuman, gizi, peralatan tempur, dan sebagainya. Nah, gerakan boikot adalah gerakan menyabot atau memutus garis suplai musuh ini, agar kombatan mereka melemah dan hancur.
Ada pun jika kita mendapatkan persenjataan canggih milik mereka, tentunya dengan cara yang tidak menguntungkan mereka, bukan dengan cara membeli, maka gunakanlah senjata mereka itu dan arahkan larasnya ke arah mereka sendiri untuk menghancurkan mereka. Senjata makan tuan. Ini merupakan gambaran sederhana gerakan boikot.
Banyak sekali produk mereka di Indonesia yang telah memperoleh sertifikat halal. Secara isi bisa jadi memang halal, namun secara ekonomis, dengan membeli produk mereka maka kita sadar atau tidak sadar telah ikut berjasa menjadi donatur bagi perjuangan mereka dalam menghancurkan agama Allah Swt ini.
Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang menyebut gerakan boikot ini sebagai bid’ah dengan mengatakan jika Rasulullah Saw pun semasa hidupnya melakukan hubungan dagang dengan kaum Yahudi? Saya berkali-kali mendapat pertanyaan ini di berbagai forum. Saya kemukakan jika kita membaca sirah Rasul Saw memang sepertinya demikian, namun jika kita mengkaji sirah Rasul Saw maka akan beda. Membaca dengan mengkaji tentu jauh beda. Yang pertama hanya mempergunakan sedikit otak, sedangkan yang kedua memaksimalkan kerja otak.
Kita tentu ingat dengan riwayat dari Ibnu Hisyam tentang ulah Yahudi laknatullah dari Bani Qainuqah yang merenggut jilbab seorang muslimah di pasar. Ketika itu, seorang muslimah datang ke pasar Bani Qainuqah (suku Yahudi) sambil mengenakan jilbabnya. Hubungan antara kaum Muslimin dengan Kaum Yahudi Bani Qainuqah ketika itu sedang dalam masa damai. Musimah itu duduk di dekat seorang pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang dari mereka bermaksud hendak menyingkap kain yang menutupi wajahnya. Tentu saja wanita muslimah itu berontak. Diam-diam, tanpa diketahui si muslimah itu, pengrajin perhiasan yang juga seorang Yahudi tersebut mengikat ujung bajunya, sehingga ketika sang Muslimah hendak bangkit, auratnya tersingkap. Orang-orang Yahudi di sekelilingnya mentertawakannya. Secara spontan wanita muslimah itu berteriak. Seorang laki-laki muslim yang ada di dekatnya melompat ke arah pengrajin perhiasan dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi lainnya kemudian mengikat laki-laki muslim itu lalu balas membunuhnya. Peristiwa ini sampai di telinga Rasul Saw dan tanpa ragu-ragu Rasulullah Saw langsung memerintahkan kaum Muslimin untuk memerangi kaum Yahudi.
Dari kisah ini kita bisa menarik ibrahnya, yakni: Jika Yahudi tidak mengganggu kaum Muslimin, maka kita sah-sah bermuamalah (dagang) dengan mereka, namun jika sebaliknya, kaum Yahudi itu mengganggu umat Islam, maka kaum Muslimin wajib memeranginya dengan segala peralatan yang kita miliki dan harus tetap menjunjung tinggi keadilan, sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat Al-Anfal ayat 60 dan al-Baqarah ayat 190 di atas.
Nah saya ingin bertanya, “Bagaimana kaum Zionis-Yahudi sekarang sikapnya terhadap umat Islam?” Contoh sederhana misalnya perlakukan mereka terhadap Muslim Palestina. Bukankah mereka tengah melakukan konspirasi dan juga memerangi secara langsung untuk menghacurkan umat Islam seluruh dunia? Jika mereka mengganggu umat Islam saja Rasul Saw memerintahkan kita untuk memeranginya, apatah lagi jika mereka sudah memperkosa muslimah-muslimah kita; membantai anak-anak kecil kita; membunuh isteri , anak, suami, kita; menembak bayi kita tepat di jantungnya; membakar hidup-hidup bayi-bayi kita dengan bom api; dan segala kebiadaban yang sangat-sangat keji merek atimpakan kepada kaum Muslimin. Kaum Zionis Yahudi tidak akan mampu terus-menerus memerangi agama Allah Swt ini tanpa dukungan dana yang sangat kuat. Berbagai perusahaan mereka yang menggurita di seluruh dunia adalah “kotak-kotak donasi” milik mereka.
Sebagai orang beriman, kita harus memilih: ikut berjuang membela agama Allah Swt atau kut membantu kaum Zionis-Yahudi sebagai donaturnya?
Saya sedih sekali ketika seringkali tengah berada di pusat perbelanjaan, saudara-saudara kita yang jenggotnya lebat, jidatnya hitam, bahkan banyak yang bergamis panjang atau malah kaum perempuannya memakai cadar, namun mereka seperti tidak bersalah nongkrong di kedai fastfood ternama Zionis-Amerika sambil mengunyah hamburger atau meminum softdrink berwarna coklat atau merah. Di mata Allah Swt mereka sebenarnya tengah mengunyah daging bayi-bayi Palestina dan meminum darahnya. Naudzubillah min dzalik! Semoga Allah Swt membukakan mata hati mereka agar mereka sadar dan berhenti menjadi donatur Zionis-Israel laknatullah.
Mungkin demikian jawaban dari saya. Jika ingin mendapat pemaparan yang jauh lebih lengkap, silakan baca kedua buku saya di atas. Dan satu lagi, gerakan boikot merupakan gerakan yang timbul dari kesadaran dan hidayah, bukan paksaan, sebab itu hanya mereka yang sadarlah yang mengikuti jalan perjuangan yang bermartabat ini. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Datang Kembali
Assalamu'alaikum wr wb.
Wah... Udah lama gak ngeblog nih. Udah kangen ama teman-teman di dunia maya. Gimana kabarnya saudara-saudaraku? Mudah-mudahan gak terlalu buruk ya. Hehehe.
Oya, menyangkut kevakumanku dalam dunia perblogingan belakangan ini bukan gak beralasan lo. Ini semua dikarenakan kesibukkan di dunia nyata khususnya dunia sekolahan, aku gak bisa mengurus blog ini dengan baik. Online sih sering tapi buka blog jarang (intinya malas ngeblog. hehehe). Untuk kedepannya kondisi ini gak akan jauh berbeda, aku mungkin akan lebih jarang mengurus blogku tersayang ini. Walaupun demikian aku akan mencoba semampuku untuk membuat postingan original yang high quality yang bermanfaat buat teman-teman semua.
Udah dulu ya... eh tunggu ada yang ketinggalan! Sekarang ini aku kan sedang duduk di bangku kelas XII SMA. Dan tentu sebagai pelajar SMA mempunyai harapan berkuliah di perguruan tinggi favorit. Iya kan? karena itu aku mohon do'anya ya supaya aku bisa menggapai cita-citaku dan bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Okey, terima kasih atas 'bengongan'nya membaca blog ini.
Selasa, 29 Juni 2010
Lika-Liku Survey
Malem bro. Aku capet banget nih. Baru pulang dari perjalanan panjang yang penuh lika-liku(aku gak bohong loh, jalannya memang banyak belokkan). Oke. Aku gak mau capek sendiri. Aku akan ngebaginya sama kamu. Mau? mau ya?
Perjalanan ini adalah perjalanan survey lapangan untuk rihlah....
"Tunggu! Sebelum kamu cuap-cuap about derita kamu itu, aku mau nanya dulu. Rihlah itu apaan?!"
Rihlah? Rihlah itu...(sok berpikir). Rihlah itu adalah...(masih berpikir sambil megang dagu yang gak berjenggot). Rihlah...(garuk-garuk kepala karena dah mulai pusing). Hmmm, rihlah itu hampir kayak hiking yang sering diadain anak pramuka. Tapi ini hiking ala Islam. Pokoknya keyen banget deh. Untuk lebih jelas silahkan hubungi anak ROHIS terdekat.
Yup, kita masuk ke dalam cerita yang melelahkan ini. Hufft. Dimulai dari hal yang membosankan. Menunggu. Menunggu teman-teman mau ikut menderita. Namanya... Sebut aja ya. Si Idep and Bang Yogi. Cukup lama sih nunggunya(lebih tepatnya sangaaaat lama), tapi tak apalah. Setelah berjumpa dengan orang yang ditunggu mulailah dilakukan pencarian angkot yang menuju daerah target yakni Pantai Air Manis. Tau? Pusing juga nyarinya. Setelah nanya-nanya dengan warga pasar akhirnya ketemu juga angkotnya. Alhamdulillah. Maka naiklah diriku dengan diri Idep dan Bang Yogi.
Setelah sekian detik (detiknya sampai ribuan) bengong di atas angkot sampai juga deh di daerah Jembatan Siti Nurbaya. Di sinilah penderitaan itu di mulai (lebay dikit ya). Menaiki pendakian yang lumayan tinggi(bukan lumayan lagi) yang udah di semen. Jauh banget bro, saking jauhnya aku gak sempet ngitung berapa kilo jauhnya. Melangkahkan kaki di atas semen, gak asik banget. Jalannya mendaki lagi. Berkelok-kelok pula.
Rasanya tak mampu diriku melawati itu semua. Lutut ini udah mulai goyah. Tenaga mulai habis. Nafas udah nyap-nyapan. Keringat udah ngalir deras. Tapi dengan semangat 2010 aku terus mencoba menyeret kaki ini agar segera tiba di Pantai Air Manis. Tanpa disangka-sangka aku dah deket pantai nya (lebay lagi). Untuk masuk daerah pantai kita harus bayar dulu. Aku juga gak tahu bayar untuk apa. Buat aku sih gak masalah kalau harus bayar jika uangnya digunain untuk perkembangan pariswisata di Sumatera Barat. Iya gak cuy? Tapi permasalahanya pembayaran yang menimpaku itu adalah pungutan liar(pungli). Namanya juga pungli, mungkin gak digunain buat ngembangin pariwisata kita???
Karena adzan udah berkumandang kami pun sholat dulu. Cari masjid dan ketemu. Udah sholat, istirahat bentar di dalam masjid. "Ngegosip" dikit bareng Bang Yogi dan Idep.Upps, maksudnya cerita-cerita pengalaman gitu. Hehehe. Ok. Istirahat selesai! Kita harus melanjutkan survei. Ke pantai bro. Tapi ternyata perjalanan kami menuju tepi pantai tidak berjalan mulus. Ada yang menghentikan kami. Apa itu? Bau wangi pisang goreng telah mencuri perhatian. Hehehe. Makan dulu. Makasih yang Bang Yogi udah bayarin pisangnya. Pisangnya uenak buanget. Mak nyus.
Udah ngisi perut nih. Walaupun dikit. Yang jelas syukuri apa yang ada aja(kayak lagu D Massiv). Menuju pantai yang sangat dekat dengan tempat orang jual pisang goreng tadi (di belakang warung tadi maksudnya, hehehe). Pasiirrr.... Aku seneng banget nginjak pasirnya. Soalnya dari tadi cuma nginjak aspal dan semen doang. Weleh weleh, lebay banget ya. Tapi cuma bentar. Lihat-lihat situasi sekitar, pulang deh. Puuuuuuulaaaaaaaang.....
Eitts... Lagi-lagi pisang goreng menggoda kami(lebih tepatnya Bang Yogi). Di beli lagi deh ama si abang kita. Lagi-lagi aku juga dibeliin. Baik yah abangnya. Hehehe. Makan pisang goreng sambil nunggu angkot. Hmmm, cukup asyik.
Angkotnya belum juga menampakan diri. Menunggu lagi. Karena angkotnya belum menampakan diri juga, kami memilih terus berjalan sambil nunggu. Jalan lagi. ANGKOOOOOOT. Tapi penuh. Gak da pilihan lagi, kami harus naik angkot itu bagaimanapun caranya. Pada kesempatan kali ini Bang Yogi dan Idep dapat perlakuan khusus untuk ngegantung di pintu angkot. Hehehe. Dan aku duduk di dalam angkot. Tunggu, jangan kamu kira aku duduk manis di dalam angkot ya. Mana bisa nyantai di angkot yang udah bener-bener penuh. Melebihi muatan malah. Panasssss. Ditambah lagi semerbaknya berbagai jenis dan ragam bau termasuk bau badan. Iiiihh, jorok banget.
Lagi-lagi bengong di atas angkot. Tapi kali ini bengongnya gak bisa serius (bengong kok serius??) karena banyak gangguan yang kompleks banget(bukan komplek bro). Daaaaaannnnn..... turun. Jangan lupa bayar ongkos dulu. Eh, ternyata uangnya kurang. Harus nambah dund. Tak ape, yang penting udah turun dari sedikit penderitaan. Tinggal naik angkot menuju rumah tercinta. Stop! Ada yang bernasib lain. Idep dan Bang Yogi. Idep masih gemeteren karena ngegantung di angkot tadi. Sedangkan Bang Yogi encoknya kambuh(maaf bang...) dikarenakan hal yang sama.
Mudah-mudahan semua yang terjadi bernilai pahala di sisi Allah. Aamiin. Ingat semua cerita di atas adalah fakta. Jadi ambil hikmahnya aja. Yang buruk simpan aja dalam lemari lalu kunci. Okay?
Udah ah ngantuk nih. Kepala juga dah mulai nyut-nyutan. Istirahat mungkin solusi terbaik. Semoga enjoy selalu di blog anak muda ini.
(Maaf buat namanya kesebut dalam postingan ini. Semuanya dengan niat baik koq. Lagian yang diceritain cuma yang baik-baik aja.)
http://www.taufikmuda.blogspot.com